Pengertian dan Contoh Toleransi dalam Ilmu Sosiologi
![]() |
| Jabat Tangan by: Pixabay.com/cocoparisienne |
Toleransi adalah salah satu bentuk akomodasi Sosiologi yang paling mudah di pahami karena sejak dari kecil orang tua dan guru kita sudah mengajari dan mencontohkan untuk menghargai kepada orang sekitar.
Namun ketika kita sudah dewasa dan guru memberikan tugas untuk membuat contoh toleransi, kok kitanya sedikit pusing yah bro padahal aslinya gampang banget hehe.
Oke sebelum kita masuk ke contoh, sebaiknya dalami dulu pengertian toleransi baik itu menurut ahli atau defenisi secara umum.
1. Pengertian Toleransi
Secara etimologi, toleransi berasal dari bahasa latin, 'tolerare' yang artinya Sabar dan menahan diri.
Sedangkan secara terminologi, toleransi adalah sikap saling menghormati, menghargai, menyampaikan pendapat dan pandangan serta kepercayaan kepada antar sesama manusia.
W.J.S Purwadarminta
Menurut beliau, Toleransi yaitu sikap atau sifat menenggang berupa menghargai serta membolehkan suatu pendirian, pendapat, pandangan, kepercayaan maupun yang lainnya yang berbeda dengan pendirian sendiri.
Kita sangat beruntung hidup di Indonesia, meskipun negara kita punya banyak suku, agama dan bahasa yang beragam tetapi masyarakat selalu terbuka dan ramah kepada semua orang.
Sikap toleransi menjadi sangat penting dan wajib di miliki oleh setiap individu agar tercipta hubungan sosial yang baik dan kondusif. Hidup tanpa toleransi membuat masyarakat susah bersatu dan berpotensi terjadinya konflik sosial.
Emang ente mau hidup di tengah-tengah konflik? enggak sudi kan bro! makanya kita sebagai warga negara Indonesia yang baik wajib mengedepankan sikap toleransi, are you ready? ready bosku.
Nah di bawah ini adalah beberapa contoh toleransi yang mungkin bisa menjadi bahan referensi bagi adik-adik untuk menggarap soal sosiologi atau tugas sekolah lainnya.
2. Contoh Toleransi
A. Berteman dengan Semua Orang.
Jika kamu punya teman yang memilki warna kulit, bentuk fisik atau agama yang berbeda denganmu maka jangan jauhi dia, jangan di kucilkan, tapi dekati dia, ajak main bareng dengan temen-temen yang lain dan buat se-akrab mungkin ya sob.
Ingat cuy, keragaman tidak akan pernah menjadi penghalang untuk menjalin persahabatan karena persahabatan datangnya dari hati dan sahabat yang baik itu harus saling mengerti dan menghargai hak serta kewajiban satu sama lain yah.
2. Menghargai Perbedaan Agama
Misalnya ketika umat hindu sedang merayakan hari raya nyepi maka masyarakat sekitar juga harus menghargai seperti tidak keluar rumah, tidak membuat gaduh, tidak menyetel musik dengan volume keras dan lain sebagainya. Begitupun ketika bulan suci ramadhan tiba maka umat non muslim juga harus menghargai, misalnya tidak makan atau minum di tempat umum atau tempat terbuka.
3. Saling Membantu Tanpa Melihat Perbedaan Agama
Sudah menjadi kewajiban bagi setiap orang untuk menolong atau membantu satu sama lain tanpa memandang latar belakangnya. Jadi, jika ada temanmu atau tetanggamu yang mengalami musibah maka datangilah dia dan berikan bantuan meskipun dia memiliki keyakinan yang berbeda denganmu. Lagian semua agama menyuruh umatnya untuk berbuat kebaikan, bukan? Jadi jangan ragu ya gais.
4. Mengikuti kegiatan gotong royong atau kerja bakti di tengah-tengah masyarakat yang heterogen (masyarak yang punya indentitas ras, suku, agama dan bahasa yang beragam)
5. Tidak melakukan tindakan yang melanggar hak asasi (HAM) orang lain.
6. Memberikan kesempatan beribadah kepada semua umat beragama.
7. Tidak memaksakan agama kepada orang lain.
3. Manfaat Toleransi
- Mempererat rasa persaudaraan
- Dapat mempersatukan perbedaan
- Menghindari konflik atau perpecahaan
- Terciptanya ketentraman dalam hidup bermasyarakat
Dengan melihat pengertian dan beberapa contoh di atas maka dapat di simpulkan bahwa sikap Toleransi memiliki manfaat yang luar biasa, baik untuk diri sendiri maupun orang lain.
Ingat ya bro dengan semboyan negara kita, "Bhinneka Tunggal Ika". Yang memiliki arti Berbeda-beda tapi tetap satu, Indonesia!

Posting Komentar untuk "Pengertian dan Contoh Toleransi dalam Ilmu Sosiologi"
Masih bingung? Yuk diskusi bareng di kolom komentar...