Contoh Koersi dan Konsiliasi Mapel Sosiologi
Hallo anak sosial, pada hari ini kita akan ngoprek-ngoprek mapel Sosiologi guys, terutama materi tentang koersi dan konsiliasi karena pada postingan sebelumnya saya telah membagikan beberapa sub seputar akomodasi.
Oh ya, manusia sebagai makhluk sosial tentu kita sangat membutuhkan atau mengharapkan kehadiran orang lain untuk menunjang beragam aktifitas, sehari tanpa orang lain rasanya sangat jenuh dan membosankan.
Disisi lain, kita juga tak luput memiliki masalah dengan orang lain seperti teman, tetangga dan masyarakat sekitar. Sebagai insan yang berfikir kita di tuntut untuk memiliki kemampuan dalam mengatasi konflik-konflik yang sedang atau akan terjadi.
Salah satu opsi yang cukup efektif adalah dengan metode akomodasi, nah akomodasi itukan banyak banget, ada kompromi, ajudikasi, mediasi dan tentu saja ada koersi serta konsiliasi dong.
Khusus di postingan ini kita hanya akan membahas tentang koersi dan konsiliasi aja ya, untuk jenis akomodasi lain akan kita bahas di lain waktu, dan berikut materi selengkapnya.
1. Pengertian Koersi
Apa sih yang di maksud dengan koersi? Jadi koersi atau coercion adalah proses akomodasi yang pelaksanaannya di lakukan secara paksaan atau tekanan. Koersi dapat di lakukan secara langsung (fisik) maupun tidak langsung (psikis).
Biasanya koersi di lakukan jika salah satu pihak yang berselisih berada di posisi yang lebih lemah atau mempunyai kekuatan yang rendah.
B. Contoh Koersi
1. Pegawai atau karyawan meminta kenaikan gaji kepada bosnya, tapi karena bosnya mengancam akan memecatnya maka karyawan tersebut tidak berani melanjutkan tuntutannya.
2. Pada masa penjajahan, pihak belanda kerap melakukan tindakan koersi guys, misalnya tanam paksa (Cultuurstelsel) dan kerja paksa. Pada saat itu masyarakat mau ngga mau harus menurutinya karena kalau menolak mereka akan mendapat siksaan atau hukuman.
3. Nggak selamanya koersi berisi hal negatif ya guys, misalnya tentang hukum dan Undang-Undang, jadi undang-undang itu harus bersifat koersi, artinya UU itu harus di taati oleh semua lapisan agar dapat memberikan rasa nyaman dan aman bagi seluruh masyarakat.
C. Pengertian Konsiliasi
Konsiliasi adalah usaha untuk mempertemukan keinginan dari pihak-pihak yang bertikai sehingga tercapai persetujuan bersama.
Jika perdamaian antar belah pihak tidak dapat di wujudkan maka konsiliator akan membuat anjuran tertulis, tapi jika perdamaian dapat tercapai maka konsiliator dan para pihak yang sebelumnya bertikai akan menandatangani perjanjian yang nantinya akan di serahkan atau di daftarkan ke pengadilan hubungan industrial (PHI)
D. Contoh Konsiliasi
1. Panitia tetap penyelesaikan perburuhan yang dibentuk Departemen Kestabilan dan Tenaga Kerja. Bertugas menyelesaikan persoalan jam kerja, upah, kesejahteraan buruh, dan lain-lain.
E. Manfaat Koersi dan Konsiliasi
- Mencegah memuncaknya suatu perselisihan.
- Memungkinkan terjadinya kerjasamanya antara pihak-pihak yang tadinya berkonflik.
- Memungkinkan terjadinya peleburan dari pihak yang tadinya berkonflik, misalnya melalui perkawinan ataupun dengan proses asimilasi.
- Menghapus atau mengurangi kesalahpahaman antar belah pihak.
Itulah sedikit pembahasan tentang koersi dan konsiliasi, jika teman-teman mau menambahkan silahkan tulis saja di kolom komentar dan mari kita berdiskusi bersama. Terimakasih atas kunjungannya dan sampai jumpa di artikel selanjutnya.

Posting Komentar untuk "Contoh Koersi dan Konsiliasi Mapel Sosiologi"
Masih bingung? Yuk diskusi bareng di kolom komentar...